Refer to my previous post about my acne story, aku
bakal share produk apa yang pernah aku gunakan dan ngefek ke kulitku yang acne
prone, cenderung sensitif dan berminyak kombinasi. Perlu teman teman ketahui, produk produk ini adalah produk yang work
best di aku, aku ga bisa jamin ini bakal work di kalian juga karena tipe kulit
tiap orang berbeda. Dan hasil sharing aku ini murni pengalaman aku sendiri
jadi correct me if I was wrong ya. Post kali ini bakal lebih panjang jadi siapkan popcorn and enjoy reading!
Berikut produk yang pernah aku pakai, aku akan share
satu per satu mulai dari cleanser. Aku pernah pakai Cetaphil Gentle Skin Cleanser, ini adalah cleanser tergentle yang
pernah aku pakai. Buat kalian yang berjerawat karena iritasi aku highly
recommend this to you. Selain cetaphil, aku pernah pakai The Body Shop (TBS) Tea Tree Skin Clearing Facial Wash. It works on
my acne, aku suka sensasi dinginnya dan cleanser ini gak bikin wajahku kering. Sampai sekarang aku masih pakai cleanser TBS yg ini.
(Supaya teman teman ada gambaran produknya, ini aku attach foto produk yg aku dpt dr websitenya)
Lanjut ke step berikutnya, toner. Toner ini kalo menurut
aku optional, untuk beberapa orang penggunaan toner bisa membuat iritasi karena
cara pakainya yang diusap ke kulit wajah. Jujur aku sendiri bukan fans toner
karena aku gak merasa toner does its job on my face. Tapi aku pernah cobain Mamonde Rose Water Toner dan ini lumayan
ngefek di kulit aku. Terkadang kulit aku bisa kering karena penggunaan obat
jerawat dan kalau uda kek gitu aku selalu basahin kapas dengan rose water toner
ini dan aku jadiin masker di wajahku. Efeknya kulitku jadi sedikit lembab dan
terhidrasi. Toner ini juga membantu membersihkan sisa residu kotoran yang masih
ada dikulit setelah mencuci wajah.
(Mamonde ini termasuk ke Group Amore Pacific, satu group dengan Etude, Laneige dan Innisfree loh)
Berikutnya moisturizer aka pelembab. Nah ini adalah
poin penting buat wajah. Kalian gak boleh skip pelembab ya walaupun tipe kulit
kalian berminyak. Kulit berminyak bukan berarti tidak usah pake pelembab. Malah
sebenarnya kulit berminyak butuh itu karena kulit berminyak berarti dehidrasi,
yang menyebabkan sebum kita memproduksi lebih banyak minyak lagi. Buat yang wajahnya
berminyak banget, boleh coba TBS Tea Tree
Mattifying Lotion, pelembab ini bisa mengontrol minyak diwajah juga,
sifatnya matte jadi gak bakal bikin wajah kalian berkilau karena minyak. Bagi
yang gak begitu berminyak mungkin bisa cobain Clinique Dramatically Different Moisturizing Gel. Pelembab ini
super moisturizing, cepet banget ngeresap ke wajah dan gak sticky. Aku suka
banget pake pelembab yang ini namun harganya agak pricey, sekitar USD 27 aku
cek di websitenya. Kemarin aku dikasih ini sama adikku jadi aku gak tau harga
pastinya berapa. Pelembab ini udah lama habis tapi aku belum repurchase lagi
(karena mahal lol). Aku lagi nyari alternatif pelembab yang tipenya kek gini,
teman teman ada yang punya saran?
The last one, masker. Ini juga optional sih karena sebenarnya ini itu extra treatment yang biasanya dilakukan seminggu 2-3x. Cuman karena aku ngelihat hasil dari masking diwajah, aku jadi semangat dan rutin maskingnya. Dari semua skincare routine aku, yang paling aku suka itu ini. Skincare routine aku gak ribet dan panjang karena kulit aku gak bisa dibombardir berbagai jenis produk. Aku pernah coba pakai toner lalu serum lalu lanjut ke pelembab dan sleeping mask tapi keesokannya, breakout pemirsah. Jadi aku stick ke skincare dasar aja, wash,pelembab,masker.
Masker yang sering aku pakai itu sheet mask, ini
favorite no 1 karena simple dan ga ribet. Tinggal buka dari plastik, tempel ke
wajah, tunggu beberapa menit lalu buang. Kemasannya juga ga gede gede amat jd
cocok buat travelling (gak makan tempat). Aku bakal buat post terpisah untuk
produk produk mask ini ya karena bakal panjang kalau langsung aku review
disini. Sebelumnya aku uda sempat tulis review salah satu sheet mask favorite
aku, klik disini untuk lebih lengkapnya.
Yang kedua, masker tipe clay ato mud. Ini bagus
banget buat detox wajah, apalagi untuk yang wajahnya berminyak. Setelah pakai
mask tipe ini, rasanya wajah aku bersih banget . Produk rekomendasi aku Pinklab Dead Sea Mud Mask. Aku pakai ini
kurang lebih uda 2 bulan dan aku mau lihat dulu hasilnya di wajah aku jadi stay
tune buat reviewnya ya.
Ketiga, Lush
of Magnaminty, aku uda pernah tulis review terpisah soal ini, masker ini
uda banyak banget review positifnya dari para beauty addict dan sudah aku
buktikan langsung juga, jadi bagi yang penasaran dengan reviewnya, langsung cus
ke post aku disini.
Terakhir, lulur wajah dari Natural Green. Ini sebenarnya bukan masker tapi karena cara pakainya
yang mirip masker aku masukin ke kategori ini. Reviewnya nyusul ya (efek
malas hehehe). Lulur yang satu ini bisa dibilang termasuk ke my holy grail karena ini
bener bener membantu banget untuk menuntaskan jerawat. Aku uda pakai 3 botol
dan bakal tetap melanjutkan penggunaan produk ini.
Dulu, awal tahun 2017, aku
udah pernah nyobain yang varian Little Carrot dan ini sangat membantu untuk
mencegah jerawat. Namun karena aku teracuni oleh review teman aku yang pake
skincare lain, kulit aku breakout lagi (akibat tidak setia). Dari
sanalah aku tahu kulitku benar benar gak bisa dikasih sembarang produk alias
sensitif, bukan berarti produk ini gak bagus namun kulitku yang gak cocok
dengan ingredientsnya sedangkan di teman aku kulit wajahnya improve habis pakai
produk ini. Itulah alasan mengapa aku tekankan produk yang works di aku belum tentu works di orang lain karena tiap
kulit itu berbeda. Setelah aku tersadar dari hasil selingkuhan produk
ini, aku kembali ke lulur natural green dan melihat hasil yang signifikan di
wajahku. Buat teman teman yang pengen melepaskan diri (?) dari krim dokter,
kalian bisa cobain lulur wajah ini, cuman hasilnya diawal dia bakal purging
dulu, apalagi jika krim dokter kalian mengandung bahan berbahaya. Aku pakai ini
berbarengan dengan krim dokterku (ya, aku sempat ke dokter namun karena musti balik 2 minggu sekali dan facial mencet jerawat yang sakitnya itu sampai mau nangis, plus harganya yg tidak terbilang murah, aku berhenti.) dan sepertinya krim dokter ini tidak mengandung bahan berbahaya
karena kulitku tidak purging parah, awal pemakaian memang aku purging tapi
tidak separah ketika aku awal berjerawat. Sekarang aku udah lepas dari krim
dokter dan fokus ke lulur natural green ini.
Buat teman teman yang lagi nyari skincare atau baru
mau mencoba, saran aku cobalah dulu satu per satu misalkan coba washnya dulu,
beri jeda waktu 1-2 bulan, jika kulitmu tidak menunjukkan masalah baru masuk ke
pelembab, beri jeda waktu juga lalu ke serum atau produk lain. Konsultasikan ke
beauty consultant dan perbanyak baca review beauty blogger. Dan satu lagi, kalian
harus peka terhadap kulit kalian sendiri, perhatikan kulit kalian sewaktu
mengganti skincare atau awal memakai skincare, dengan begitu kalian akan paham
tipe kulit kalian dan itu akan mengurangi resiko breakout akibat salah
pemakaian produk. Aku tekankan sekali lagi, produk yang works di satu orang belum tentu works juga di orang lain. Jangan menjudge produk lain ga bagus hanya karena produk itu ga cocok di kita ya.Skincare itu trial dan error, sebelum aku dapatin produk yang cocok di aku, aku juga uda mencoba produk lain yang ga cocok di aku. That's why kenapa aku bilang harus peka sewaktu mengganti atau memulai skincare baru, kalau kamu menyadari ada perubahan di wajah kamu bakalan tahu oh produk ini ga cocok atau produk ini cocok di aku.
Nah jadi sekian dulu ocehanku mengenai jerawat. For acne fighters out there, don't give up ya. Tidak ada jerawat yang abadi kok,





Komentar