Bonjour everyone! It's me again with local product review this time. I purchase body scrub from Tiff and Sacre's soap a few months ago, have been using it for 2 months now and it's time for review. And because it's local product I guess I will just use Bahasa.
By the way, I got my name written by my friend who loves calligraphy so much. Make sure to check her out (IG: @velynice_eve)
So let me start from Sacre Originally Goat Milk Soap. Sabun ini mengandung susu kambing, oatmeal, madu dan katanya juga mengandung AHA untuk mengangkat sel kulit mati, free paraben, deterjen dan SLS. Klaimnya sih sabun ini dapat melembabkan, mencerahkan dan membantu mengeringkan jerawat. Jadi mari kita lihat apakah sabun ini bener bener worth the hype?
Jeng jeng jeng. Inilah penampakan sabun dari depan
Sabun ini cukup gede menurut aku, cocok lah sama genggaman tanganku. Warna sabunnya agak kekuningan gitu, ada serpihan oatmeal. Untuk packagingnya ada plastik bening dengan stiker Sacre dengan kambing imut lucu di depannya.
silahkan di zoom in kalo ga nampak serpihan oatmealnya
Sabun ini
dapat digunakan untuk wajah atau badan. Namun aku menggunakan sabun ini
untuk badan aja karena memang kulit badanku kering banget dan aku penasaran dengan klaimnya si Sacre soap ini so I guess I will give it a try. Aku pakai sabun ini dari bulan Mei. Awalnya aku berpikir lumayan gede juga nih sabun, bisa pakai lama kayaknya namun ternyata aku salah guys. Sabun ini hanya bertahan satu bulan saja. Ya, satu bulan sajahhhh di aku. Gak tahu ya memang aku yg boros pemakaiannya atau gimana. Aku pakai ini tiap hari dengan durasi sehari dua kali pemakaian. Kalau pemakaiannya di wajah doang mungkin bakal lebih awet ya. Yang aku suka dari produk ini adalah sabun ini tidak mengeringkan kulit malah melembabkan dan mencerahkan sedikit. Bahannya natural dan aromanya wangi namun wanginya itu bukan dari fragrance tapi dari madu, oatmeal dan susu kambing. Bener bener tidak mengandung deterjen, SLS, karena busanya ga banyak. Mungkin ini penyebab kenapa sabunnya cepat habis di aku kali ya. Aku sudah terbiasa dengan busa yang banyak jadi sabun ini sering kugosok supaya busanya agak banyak. Hehehehe.
Next, lanjut ke scrubnya. Aku beli scrub ini dengan varian Coffee dan Cacao. Masih banyak varian lain sih tapi aku memutuskan untuk nyobain yang Coffee and Cacao dulu.
Kalau dilihat dari packagingnya biasa aja sih produknya. Plastik hitam glossy dengan label merknya. Namun yang aku suka dari plastik ini, dia dilengkapi dengan zipper. Jadi lebih aman dan steril.Tapi aku sendiri merasa plastik segede itu kalo nongkrong di kamar mandi bakal makan tempat banget jadi aku tuang ke jar scrub merk lain. Scrub ini mengandung biji kopi dan cacao, yang uda dihancurkan pastinya, dan gula. Tekstur scrub ini masih tergolong kasar menurut aku. Tapi walau teksturnya kasar, scrub ini diklaim dapat digunakan untuk wajah juga. Namun aku ga menyarankan pemilih wajah sensitif untuk pakai ini ke wajah.
seperti ini teksturnya, masih ada butiran kopi dan gula yang masih kasar
Cara pakainya: basahin dulu badan dengan air. Lalu ambil scrubnya, oleskan ke badan yang sudah basah tadi, gosok pelan lalu bilas habis itu baru sabunan. Aku pakai scrub ini seminggu sekali aja dan cuma dipakai ke badan doang. Overall scrub ini bagus untuk mengangkat daki dan sel kulit mati. Yang paling aku suka sehabis pakai scrub ini tuh kulit aku jadi berasa lembut dan halus banget. Biasanya sehabis pakai scrub ini aku bilas pakai air lalu sabunan dengan sabun Sacre tadi. Hasilnya, kulit aku jadi halus, cerah dan agak sedikit glowing. Sepertinya duo ini jika dipakai berbarengan hasilnya akan lebih maksimal. Tapi kalau mau pakai sabun lain juga ga masalah. Aku pernah pakai ini dengan sabun lain tapi yang mengandung susu kambing juga dan hasilnya hampir sama jika aku combine dengan sabun Sacre. Saranku untuk yang kulitnya kering banget habis ngescrub langsung pakai lotion aja sehabis mandi karena pori pori masih terbuka dan lotion bakal lebih cepat terserap.
So, will I repurchase this two? Well, untuk sabunnya maybe not, karena menurutku sabunnya biasa aja. Sebelum pakai sabun ini, aku juga pakai sabun susu kambing yang dijual di supermarket dan hasil Sacre dan sabun itu sama aja, harganya juga kurang lebih sama, aku cuma perlu nombok dikit untuk dapatin sabun supermarket itu dengan ukuran yang malah lebih tahan lama dari Sacre. Tapi sabun Sacre ini bener bener tidak mengandung deterjen jadi gak bakal bikin kulit kering.
Sedangkan untuk scrubnya aku bakal repurchase mungkin dengan varian lain. Aku suka dengan hasil scrub ini, dengan ukuran 100gr juga lumayan tahan lama, sekitar dua bulan di aku. Harganya juga masih terjangkau.
Where to buy? Kalian boleh cek ignya @tiff_body. Disana ada banyak distributor dari kota masing masing. Kalau aku belinya dari distributor Medan @tiffsacremedan.
Jadi sekian cuap cuap aku. Semoga sharing hari ini membantu temen temen yang lagi nyari scrub atau yang lagi galau antara mau beli atau gak. Hehehe. See you on the next post!

Komentar